Pencarian
Bahasa Indonesia
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
Judul
Naskah
Berikutnya
 

Baginda Raja Luy dari Kan, Bagian 1 dari 2

Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Hari ini masih tanggal 10 Agustus 2026. Saya memiliki banyak hal, banyak informasi yang diterima dan ditangani dengan semestinya. Namun sekarang Raja Perdamaian telah berhasil mengatur pertemuan saya dengan Raja Kan, K-A-N. Itulah nama Tanah Buddha-Nya. Nama Baginda, Sang Raja Buddha, adalah Luy. L-U-Y. Oh, selamat datang, selamat datang, Baginda, Raja Luy. Maaf, saya tidak bisa menemui Anda lebih awal karena ada begitu banyak pekerjaan lain yang harus saya kerjakan – informasi yang tidak selalu saya minta. Itu datang kepada saya karena waktunya telah tiba dan semua Makhluk Surgawi telah mengumpulkannya untuk saya selama ini. Jadi, Kantor Informasi Ilahi harus menyampaikannya kepada saya. Hari saya penuh dengan pekerjaan.

Mohon maafkan kami karena terlambat datang menemui Anda. Bagaimana kabar Anda di planet kami? “Kami baik-baik saja.” Itulah yang dikatakan sang Raja. “Kami baik-baik saja. Kami juga telah disambut dengan baik sebelum bertemu dengan Anda. Semua telah mengurus kami dengan baik dan kami sangat senang. Mohon jangan khawatir.” Oh, saya senang mendengarnya, Tuan. Dan orang-orang, orang-orang saya dan orang-orang di planet ini, semua makhluk di planet ini, akan senang mengetahui apa arti nama Anda. Karena sebagian besar Raja Buddha telah dianugerahi nama yang berbeda sesuai dengan sumpah Mereka, pahala Mereka, dan jiwa spiritual Mereka yang sangat tercerahkan.

Maka Baginda menjawab saya bahwa nama “Luy” berarti “tanpa rasa gentar”, dan nama “Kan”, yang merupakan nama alam spiritual-Nya, berarti “damai”. Wow, wow, betapa indahnya. Hanya dengan mendengar nama-nama itu, kami tahu bahwa Tanah Buddha spiritual Anda sungguh menakjubkan. Hanya itu yang kami butuhkan – ketidakgentaran dan kedamaian. Orang-orang kami sangat suka memiliki kualitas-kualitas itu dalam kehidupan mereka di Bumi ini. Terima kasih telah mencerahkan orang-orang di dunia ini.

Oh, ngomong-ngomong, Baginda, saya memiliki insan-kakatua palem hitam bernama Anakhan. Apakah dia kebetulan berasal dari tanah Anda? Baginda berkata, “Tidak, tidak, tidak. Dia berasal dari tanah lain, planet lain.” “Planet tempat Dia berasal, namanya adalah Ste, S-T-E. Itu adalah planet ‘Menginginkan Kedamaian’. Itulah nama planet itu.” Baiklah, Tuan, terima kasih banyak. Apakah Anda juga bersedia memberi kami pencerahan tentang planet ini dan planet Anda? “Ya, tentu saja,” kata Raja.

Saya menamai insan-burung itu Anakhan. Itu artinya “pejuang yang damai”. Pejuang yang damai, wow. Dan dia meninggalkan saya beberapa tahun yang lalu. Dia adalah makhluk yang indah, begitu damai dan begitu baik. Saya juga merindukannya setiap kali saya memikirkannya. Namun itu hanyalah bagian fisik dari hubungan kami. Saya telah mengangkatnya ke Kerajaan saya sendiri, ke Alam Baru spiritual saya sendiri. Mereka menyebutnya Alam Baru Tim Qo Tu. Dan dia bahagia di sana. Tapi, Anda tahu, karena saya masih dalam wujud fisik, saya tetap menyimpan semua emosi dari kehidupan fisik. Jadi, terkadang saya masih merindukannya, terutama karena saya tidak punya cukup waktu untuk bersamanya ketika dia masih hidup. Jadi, itu membuat saya merasa ada sesuatu yang kurang, dan bahwa saya seharusnya merawatnya dengan jauh lebih baik. Tapi saya juga memiliki banyak insan-burung dan saya merawat mereka sebaik mungkin karena saya sangat menyayangi mereka.

Namun, kami bertanya-tanya mengapa namanya Menginginkan Kedamaian. Mungkinkah karena planet itu tidak memiliki kedamaian sepenuhnya, Tuan? “Oh ya, tepat sekali, tepat sekali, Baginda, Raja dari Para Raja dari Para Raja dari Para Raja. Karena planet itu merupakan campuran dari berbagai jenis makhluk. Sebagian di antaranya sangat damai dan mencintai kedamaian. Dan sebagian kecil penduduknya terpengaruh oleh tetangga di sekitar dan sering kali menimbulkan masalah yang tidak damai.” Oh wow, sayang sekali. Tapi, semoga saja, mereka akan segera menyelesaikan semua masalah ini di antara mereka sendiri dan negara tetangga, tanah tetangga, atau planet tetangga? “Oh ya, mereka akan.” Kami mendoakan kedamaian bagi mereka, Tuan.

Baginda Raja Luy berkata, “Alasan Anakhan datang ke dalam hidup Anda sebagai insan-burung adalah karena dengan cara ini lebih mudah untuk menghubungi Anda secara pribadi dan tinggal bersama Anda secara pribadi, karena tidak banyak murid atau orang lain yang bisa tinggal bersama Anda di rumah yang sama atau di sekitar, di kompleks yang sama. Dan alasan dia datang adalah karena dia ingin meminta Anda untuk membantu planetnya, agar memiliki kedamaian, lebih banyak kedamaian.” Oh, ya, ya. Ya, saya ingat itu. Saya memang membantu. Jadi, tak lama setelah itu, mereka sudah benar-benar memiliki kedamaian total dengan gaya hidup vegan sepenuhnya. Kami bersyukur atas Rahmat TUHAN untuk itu. Amin, TUAN. Yang Mahatinggi, Yang MAHA Kuasa, MAHA Pengasih, MAHA Penyayang, MAHA Pengampun, dan MAHA Mencerahkan bagi semua makhluk.

Sekarang, bisakah Anda memberi tahu kami sesuatu tentang Tanah Anda dan bagaimana Anda sampai di sini, atau dengan kendaraan jenis apa, dll., dan tujuan kunjungan Anda? “Tentu saja, tentu saja, Raja Buddha Maitreya. Dimensi keberadaan kami adalah dimensi spiritual sepenuhnya, dan kami bahkan tidak memiliki kata daging-hewan seperti yang Anda miliki di sini, di planet ini. Kami semua sepenuhnya ‘hidup dalam kasih’. seperti kalian menjalani hidup vegan, kami semua menjalani hidup dalam kasih. Kami hidup dari Kasih, kami hidup dari Rahmat TUHAN, dan kami kreatif dengan cara kami sendiri semata-mata demi hiburan. Kami sebenarnya tidak membutuhkan apa pun.

Karena alam kami sangat damai, maka semua penghuninya hidup bahagia. Mereka tidak perlu makan; mereka tidak perlu minum. Mereka hanya menikmati berkah spiritual mereka sendiri dan Rahmat dari TUHAN. Kami berkembang sepanjang waktu, dan kami sangat bahagia. Kami semua bahagia. Dan kendaraan yang kami gunakan untuk datang ke sini, sebenarnya, kalian tidak bisa melihatnya dengan mata telanjang. Kendaraan itu benar-benar transparan, tetapi tidak ada yang bisa merusaknya dengan menabraknya atau membuat masalah apa pun, bahkan goresan dari luar sekalipun atau hal semacam itu. Kami memakai kekuatan spiritual kami untuk menggerakkan kendaraan itu. Dan kecepatannya sangat tinggi, tetapi jika kalian duduk di dalamnya, kalian tidak merasakan gerakan apa pun. Rasanya seperti kalian sedang duduk di ruang tamu, di rumah kalian sendiri di dunia ini.”

Wow! Itu bagus sekali. Itu sangat bagus. Jika kami di sini bisa memilikinya, saya akan menggunakannya kapan saja karena tubuh fisik saya agak rapuh dan lemah. Dan sering kali saat saya bepergian, rasanya terganggu, karena mobil bergerak dan terkadang berhenti lalu mulai lagi, yang agak mengganggu semadi saya bahkan saat saya duduk di dalam mobil dan bermeditasi. Dan juga, di sekitar kami, saat saya bepergian, misalnya, ada begitu banyak mobil di sekitar, dan berbagai energi bergerak sepanjang waktu. Bahkan di dalam pesawat, penerbangan tidak selalu berjalan mulus. Terkadang itu membuat saya terkejut hingga keluar dari semadi atau ketenangan saya. Dan itu agak merepotkan setelah saya mendarat. Saya perlu istirahat, tetapi terkadang saya tidak bisa istirahat. Saya harus segera pergi bekerja. Entah mengunjungi Center para murid, bermeditasi bersama mereka, berbicara dengan mereka, atau hal-hal lain – urusan duniawi.

Saya berharap kami bisa memiliki kendaraan seperti yang Anda miliki. Mungkin suatu hari nanti, Tuan? “Oh ya.” Raja berkata, “Oh ya. Di Alam Spiritual Baru Tim Qo Tu Anda, Anda memiliki peralatan yang bahkan lebih baik, teknologi yang lebih baik daripada ini. Namun, Anda harus terbiasa dengan penemuan dan teknologi yang kasar di planet ini. Saya yakin Anda terkadang merasa sangat tidak nyaman.” Oh ya, Tuan, tentu saja, tentu saja. Tapi harus bagaimana? Harus bagaimana? Kami semua hanya harus menanggungnya. Saya senang Anda membawa kerajaan mini Anda sendiri sehingga Anda merasa seperti di rumah sendiri di alam kami.

Photo Caption: “Hidup dengan Kasih dan Kemuliaan Surga Menyambut Setiap Fajar Baru dengan Masa Depan Cerah dan Gembira”

Unduh Foto   

Tonton Lebih Banyak
Semua bagian (1/2)
1
Antara Guru dan Murid
2026-08-26
2551 Tampilan
2
Antara Guru dan Murid
2026-08-27
2547 Tampilan
Tonton Lebih Banyak
Video Terbaru
Kata-kata Bijak
2026-08-28
1241 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-08-28
1978 Tampilan
34:28
Berita Patut Disimak
2026-08-27
940 Tampilan
Kata-kata Bijak
2026-08-27
1290 Tampilan
Veggie Elite
2026-08-27
846 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-08-27
2545 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-08-27
8907 Tampilan
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android
Prompt
OK
Unduh