Pencarian
Bahasa Indonesia
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
Judul
Naskah
Berikutnya
 

Cara Membuka Lebih Jauh Gelembung Karma Perdamaian, Bagian 6 dari 6

Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Jadi, tolonglah saya. Bawakan saya alat-alat agar saya bisa memecahkan gelembung karma perdamaian ini dan membiarkan perdamaian keluar. Di dunia fisik ini, kita tidak hanya menggunakan kekuatan berkah, kekuatan Ilahi, tetapi kita juga membutuhkan alat-alat. Kita membutuhkan alat-alat. Itu bekerja lebih efektif. Jadi, Sang Buddha tidak memiliki pasukan, dan Dia juga tidak menginginkannya. Jadi, tentara negara musuh akan langsung menyerbu negara mereka, membunuh, membantai, dan menyiksa klan-Nya tanpa henti. Tapi, bahkan Sang Buddha tidak akan mencoba memakai senjata, jadi Dia memakai alat-alat-Nya sendiri. Dia memberkati orang-orang yang meninggal setelahnya. Dan Dia sendiri secara pribadi pergi ke jalan dan duduk di sana sebagai simbol perdamaian dan ungkapan cinta damai serta keinginan akan perdamaian bagi negara. Namun itu tidak cukup. Itu bukanlah instrumen fisik yang cukup untuk melawan perang tersebut.

Dan saat ini, negara itu harus bernegosiasi, menyuap mereka dengan sesuatu untuk menghentikan perang, atau mengerahkan seluruh pasukan untuk bertempur dan mati di medan perang sampai semua orang mati, tak tersisa, kemudian mendapatkan apa yang disebut perdamaian setelahnya. Sementara itu, kedua negara terpecah belah. Orang-orang meninggal. Hasil-hasil panen dibakar, bisnis ditutup, sekolah terdampak, sehingga negara berada dalam kekacauan, dan orang-orang menderita secara mental, psikologis, serta emosional, tidak hanya secara fisik. Apa gunanya itu bagi dunia kita?

Sekalipun kalian pemimpin negara, dan negara kalian menang perang pada akhirnya, lalu apa selanjutnya? Apa yang bisa kalian dapatkan? Kalian bisa memiliki 10 setelan jas termahal dalam sehari? Untuk apa? Kalian bisa memiliki teknologi tercanggih di istana kepresidenan kalian? Kalian bisa memiliki ratusan mobil termahal dan berteknologi tinggi, dan kalian bisa makan 10 kali sehari? Kalian tinggal di gedung mewah? Lalu apa selanjutnya? Pada akhirnya kalian juga akan mati, dan dengan hukuman mengerikan di neraka, karena telah menyebabkan penderitaan bagi orang lain, termasuk anak-anak dan lansia. Kalian

sebenarnya tak mendapatkan apa-apa. Seperti yang Tuhan Yesus katakan, “Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia, tetapi kehilangan jiwanya?” Karena itu sangat penting. Kalian tidak akan eksis lagi jika jiwa kalian dimusnahkan, atau dipenjara, atau dikurung di neraka selamanya. Karena apa yang kalian tabur, itulah yang akan kalian tuai. Semuanya seperti itu. Kalian menanam biji apel, kalian akan mendapatkan pohon apel. Dan jika kalian memiliki pohon apel, kalian akan memiliki buah apel, seperti itu. Jika kalian menanam pohon beracun, kalian akan mendapatkan racun, dan itu bahkan mungkin memengaruhi kalian.

Baiklah, tidak banyak lagi yang tidak kalian ketahui – hanya perlu mempraktikkannya. Kalian harus mengambil ajaran dari semua guru religius yang kalian percayai, mempraktikkannya, mengkajinya, menganalisisnya, dan menggunakan apa yang bijaksana dan bermanfaat bagi kalian. Karena berapa pun banyaknya buku yang kalian baca, kalian tidak bisa menjadi dokter jika kalian tidak mempraktikkannya.

TUHAN memberi kita begitu banyak buah-buahan, sayuran, untuk membangun tubuh yang indah dan untuk menjernihkan pikiran yang cerdas serta untuk memelihara kemajuan spiritual sehingga kalian dapat menjadi seorang suci, seorang Buddha. Tetapi jika tidak mempraktikkannya, kalian tidak mengambil apa yang TUHAN berikan kepada kita sebagai karunia yang bergizi, maka kalian tidak akan sehat sejak awal, dan pikiran kalian tidak akan cukup jernih untuk memahami apa yang benar dan apa yang salah. Itulah mengapa banyak guru palsu dapat mengambil uang kalian, bahkan dapat melecehkan anak-anak kalian, dan membawa kalian ke neraka dengan memercayai doktrin palsu mereka dan logika mereka yang tidak cerdas, serta contoh pengajaran mental dan fisik yang jahat. Itu hanya akan membawa kalian ke kehancuran dan neraka pada akhirnya.

Ketika kalian mengenal TUHAN, kalian tidak butuh apa-apa lagi. TUHAN akan memberi tahu kalian apa yang harus dimakan, diminum, obat apa yang harus diminum saat sakit. Hanya saja, jika kalian memikul karma dunia, maka kalian tidak akan selalu sesehat yang kalian inginkan, atau yang TUHAN kehendaki untuk kalian. Hanya saja, jika kalian ingin membayar karma orang lain, terutama karma seluruh dunia dan karma perang, karma perdamaian, maka kalian harus menerima apa pun yang timbul dari itu.

Prinsip sejati latihan spiritual adalah urus saja urusan kalian sendiri. Jangan berperang dengan siapa pun. Bahkan tidak peduli untuk ikut campur dalam perang demi menciptakan perdamaian. Cukup selalu melihat ke dalam. Cukup melakukan apa yang harus kalian lakukan di dunia ini. Carilah Cahaya (Surgawi batin) di dalam diri, carilah TUHAN, berada bersama TUHAN, berdoalah kepada TUHAN, sembahlah TUHAN, cintai TUHAN. Hanya itu yang perlu kalian lakukan untuk keluar dari gelembung yang memenjarakan kalian. Setiap kali kalian mencampuri karma atau urusan orang lain, kalian akan menderita setidaknya setengahnya.

Itulah mengapa banyak Guru tidak ikut campur dalam peristiwa politik seperti perang dan perdamaian. Dan bahkan jika berjalan di luar, kalian melihat dunia, tapi jangan melihatnya, lihat saja ke dalam. Selalu ingat TUHAN. Ingatlah tujuan kalian untuk pulang ke Rumah, untuk terbebas selamanya dari penderitaan ini. Maka kalian pasti akan mencapai tujuan tersebut. Namun, kalian lihat, beberapa Guru tidak tahan melihat orang lain menderita dalam ketidaktahuan, kelemahan, dan kerentanan. Jadi, Sang Guru berusaha membantu dan memikul begitu banyak karma untuk diri-Nya sendiri. Dan ikut campur tangan dalam perang – wah, kalian tak bisa membayangkan betapa besar karmanya. Itulah mengapa kalian membaca banyak kisah para Guru masa lalu, mereka tidak ikut campur dengan karma orang lain. Mereka hanya mengurus apa yang disebut sebagai murid Mereka, siapa pun yang datang ke Mereka dan meminta bimbingan spiritual. Dan terkadang mereka sangat tulus, tetapi bahkan Guru mereka sendiri tidak langsung menerima mereka, seperti kasus Milarepa dan Guru-Nya, Marpa.

Jadi sebagian besar Guru, Mereka tidak ikut campur sama sekali dalam masalah dunia, karena Mereka tahu itu mungkin sia-sia jika orang-orang di dunia tidak mengikuti Mereka, tidak melakukan persis apa yang dituntut oleh Hukum Universal di dunia fisik ini, maka itu akan sia-sia. Dan Sang Guru akan menanggung karma yang sangat besar tanpa banyak manfaat. Namun, beberapa Guru hanya memiliki belas kasih dan cinta. Mereka tidak tahan melihat anak-anak mereka menderita karena orang-orang di dunia, makhluk-makhluk di dunia bagaikan anak-anak bagi Mereka. Begitulah besarnya cinta yang Mereka miliki. Mereka menderita sebanyak orang-orang di dunia menderita. Mereka menderita sebanyak para insan-hewan menderita, atau makhluk lain mana pun menderita. Itu sungguh menyakitkan hati Mereka. Terkadang itu tak tertahankan. Jadi, Mereka tak bisa mengabaikannya

begitu saja. Orang yang paling kalian jaga adalah diri kalian sendiri, kan? Jadi, jika kalian merasa sakit, kalian akan minum obat atau pergi ke dokter, dengan harapan kalian akan sembuh kembali. Demikian pula, Sang Guru harus mencari cara untuk menyembuhkan penderitaan-Nya, dengan berupaya menghentikan penderitaan makhluk lain di dunia, karena Mereka satu dengan semua makhluk di planet ini, sama seperti Mereka Satu dengan TUHAN. Mereka memiliki semua Berkah, Kuasa, dan Mereka berusaha memakainya untuk menghentikan penderitaan para makhluk di dunia. Dan dengan cara itulah penderitaan Mereka sendiri juga akan berhenti atau diminimalkan.

Kalian sudah tahu banyak tentang semua ini. Saya hanya mengingatkan kalian, berharap kalian akan terbangun dan mengingat semua logika, semua kebijaksanaan, semua pengetahuan, semua kualitas terbaik yang ada di dalam diri kalian, dan menggunakannya. Semoga Trinitas Yang Bersatu Kembali Yang kini menjadi Satu dengan Kekuatan dan Kasih yang Mahaagung, memberkati kita semua agar menjadi manusia yang baik, penyayang, dan berbudi luhur, dan akhirnya, sesegera mungkin, mencapai pencerahan yang agung, menjadi orang suci, menjadi Buddha, dan pulang ke Rumah, ke Rumah sejati, bukan gelembung ilusi ini, penjara yang kita sebut rumah di Bumi ini. Amin. Semoga kalian semua sejahtera dan tercerahkan, benar-benar segera. Amin. Mencintai kalian semua. Sangat, sangat, sangat mencintai kalian semua, bahkan lebih dari saya mencintai diri saya sendiri.

Photo Caption: “Ketika Dua atau Lebih Berkumpul Dalam Nama-Ku, Aku Ada Di Tengah Mereka”

Unduh Foto   

Tonton Lebih Banyak
Semua bagian (6/6)
1
Antara Guru dan Murid
2026-06-26
3540 Tampilan
2
Antara Guru dan Murid
2026-06-27
2940 Tampilan
3
Antara Guru dan Murid
2026-06-28
2449 Tampilan
4
Antara Guru dan Murid
2026-06-29
2061 Tampilan
5
Antara Guru dan Murid
2026-06-30
1922 Tampilan
6
Antara Guru dan Murid
2026-07-01
1726 Tampilan
Tonton Lebih Banyak
Video Terbaru
Sains dan Spiritualitas
2026-07-01
400 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-07-01
1722 Tampilan
41:50
Berita Patut Disimak
2026-06-30
718 Tampilan
Kata-kata Bijak
2026-06-30
708 Tampilan
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2026-06-30
1152 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-06-30
1922 Tampilan
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android
Prompt
OK
Unduh